Kofi Annan Tutup Usia, Ucapan Duka Mengalir Deras di Twitter

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyampaikan pidato dalam pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) IX di Nusa Dua, Kamis (8/12). Acara BDF ke-IX ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). (SONNY TUMBELAKA/AFP)
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan, meninggal dunia pada Sabtu sore (18/8/2018) waktu setempat.

Kabar duka tersebut diumumkan langsung oleh Kofi Annan Foundation. Kofi Annan menghembuskan nafas terakhirnya di usia 80 tahun.

Kepergian Kofi Annan menyisakan duka yang mendalam bagi orang terdekat, dan tentunya bagi seluruh masyarakat yang mengenang jasanya selagi masih hidup.

Kofi Annan Foundation sendiri mendeskripsikan sosok Kofi sebagai ”negarawan global dan internasionalis yang sangat berkomitmen untuk terus berjuang sepanjang hidupnya, demi perdamaian dan keadilan dunia."

Hingga berita ini naik, nama Kofi Annan sendiri menjadi trending topic di Twiiter. Ucapan belasungkawa warganet mengalir deras di Twitter, tak terkecuali dari Indonesia. 

Sekadar informasi, Annan merupakan Sekretaris Jenderal PBB yang ketujuh untuk dua periode dan pemenang Nobel Perdamaian 2001. Ia telah banyak berkontribusi terhadap berbagai peristiwa penting dunia. Hal ini membuat Annan menjadi salah satu figur kemanusiaan ternama mancanegara.

Lahir di Kumasi, Ghana pada 8 April 1938, Annan sempat mengenyam pendidikan di University of Science and Technology di Kumasi. Ia meraih gelar sarjana ekonomi di Macalester College di Amerika Serikat pada 1961.

Pada 1961-1962, Annan mengenyam pendidikan pascasarjana di Institut universitaire des Hautes études Internationales di Jenewa. Ia juga meraih gelar Master of Science in Management dari Massachusets Institute of Technology pada 1971-1972.

Usai tamat berkuliah di Jenewa pada 1962, Annan memulai kariernya di PBB dengan bergabung bersama World Health Organization (WHO). Demikian seperti dikutip dari Nobleprize.org.

Dari WHO, Annan bergabung bersama Office of the UN High Commissioner for Refugees. Beberapa tahun kemudian, ia pindah ke Markas Besar PBB di New York

Selama di New York, Annan memegang sejumlah jabatan penting. Salah satunya, Under-Secretary General for Peacekeeping pada Maret 1993 hingga Desember 1996.

Annan mengemban jabatan tersebut pada kala 70 ribu militer dan personel PBB dikerahkan ke berbagai belahan dunia untuk mengintervensi sejumlah krisis krusial.

Atas kerja kerasnya, ia dipilih menjadi kandidat Sekjen PBB. Pada akhirnya, ia resmi menampuk gelar tersebut pada awal 1997. Terpilihnya Annan merupakan hal yang spesial karena ia merupakan orang pertama yang berhasil menampuk jabatan sekjen dengan menapaki karier mulai dari jenjang staf di PBB.

Annan menjabat sebagai Sekjen PBB selama dua periode. Periode pertama dimulai pada 1 Januari 1997. Usai menjabat selama lima tahun, Annan kembali menjabat sebagai sekjen untuk kedua kalinya pada 1 Januari 2002.