Kondisi Mulai Aman, Ribuan Pengungsi Gempa Lombok Pulang Kampung

Ribuan warga Lombok menyemut menjemput sanak saudaranya yang eksodus pasca gempa. (TIMES Indonesia/Abdul Muis)
Gempa berskala di bawah 5.0 SR, Rabu sore, 15 Agustus 2018, masih menggoyang Lombok. Kendati begitu, ribuan eksodus sejak pagi sudah mulai balik ke kampung halamannya.

Wartawan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) yang baru mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL), Rabu (15/8/2018) malam, terkejut melihat luberan penjemput penumpang di halaman pintu keluar.

Pemandangan tak lazim ini, menurut sopir bus Damri di bandara, terjadi sejak gempa berskala besar tak ada lagi. Ribuan penumpang yang pulang kampung dijemput ribuan pula sanak saudaranya.

Melubernya penjemput ini, menurut dia, biasanya terjadi saat kepulangan jemaah haji. Namun, suasana itu justru terjadi sebelum musim haji rampung.

Karuan saja, wisatawan yang baru menginjakkan kaki di BIL, langsung jeprat-jepret mengabadikan pemandangan tersebut. Puas memotret, mereka harus antre naik bus menuju Mataram.

Balik kampungnya warga Lombok ini sudah terasa sejak dari Jakarta dan Yogyakarta. Penumpang KA Sancaka dari Yogya juga dipadati para eksodus.

Begitu pula eksodus asal Jakarta. Mereka harus rela membeli karcis lebih mahal dari biasanya. "Harganya sama seperti kita hendak keluar Lombok," ujar penumpang asal Bekasi.

Kondisi sama juga terjadi di Bandara Juanda Surabaya. Penumpang pesawat harus merogoh kocek beli tiket lebih mahal dari hari Rabu sebelum ada gempa. "Harga tiketnya seperti arus balik saat liburan hari raya saja," keluh Parman, asal Jawa Timur.

Yang tak kalah mahal sewa mobil. Taksi bandara menuju Mataram yang biasanya cuma Rp 100 ribu sampai 150 ribu, naik jadi Rp 250 ribu.