Masa Jabatan Habis, Pastika Digantikan Pejabat Kemendagri

Mendagri Tjahyo Kumolo Lantik Penjabat Gubernur Bali (Dewi Divianta)
Jabatan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, telah habis. Mangku Pastika yang menghabiskan waktu dua periode atau sepuluh tahun digantikan oleh Hamdani, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kementerian Dalam Negeri.

Hamdani diambil sumpahnya oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo sebagai Penjabat Gubernur Bali, Rabu, 29 Agustus 2018. Ia menjabat hingga pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 pada September 2018.

Tjahyo menjelaskan, berdasarkan Keputusan Presiden No 147/B/2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Bali masa jabatan 2013-2018, I Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta menunjuk Hamdani untuk menjalankan tugas pemerintahan di Provinsi Bali hingga dilantiknya gubernur dan wakil gubernur yang baru.

Pada kesempatan itu Tjahyo menuturkan jika selama menjabat Pastika menunjukkan keberhasilan dalam memimpin Bali.

"Dalam lima tahun ini Pastika telah memenuhi janji kampanyenya," kata Tjahyo di Gedung Wisma Sabha, lingkungan Kantor Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam catatan Tjahyo, mantan Kapolda Bali itu berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di Pulau Dewata. Pada tahun 2002 tingkat kemiskinan di Bali mencapai 221.80 jiwa.

"Pada tahun 2017 sudah turun menjadi 180.13 jiwa," kata Tjahjo.

Begitu juga dengan pengangguran. Dari jumlah 77.577 turun menjadi 36.143 jiwa. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan.

"Tahun 2010 IPM Bali 70.10 naik menjadi 74.30 pada tahun 2017," kata Tjahjo.

I Made Mangku Pastika sendiri menjelaskan, pembangunan Bali berpedoman pada konsep Bali Mandara, alias Bali yang aman, damai dan sejahtera berdasarkan filosofi Tri Hita Karana. Berangkat dari situ, beberapa keberhasilan ia paparkan selama memimpin Bali.

"Tingkat kemiskinan sebesar 4,01 persen terendah nomor dua secara nasional selama lima tahun berturut-turut. Selanjutnya indeks rasio dini sebesar 0,38 persen dan pengangguran 0,28 persen terendah secara nasional," tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi di Bali, berada di atas rata-rata nasional.

"IPM 74 merupakan ranking empat terbaik secara nasional. Begitu juga dengan pengelolaan keuangan yang mendapat predikat Tanpa Pengecualian berdasarkan pemeriksaan BPK RI," kata Pastika.