Soekarno hingga Putin, 5 Presiden Ini Pernah Alami Percobaan Pembunuhan

Kisah Cinta Ir. Soekarno. (Foto: wikipedia)
Sosok pemimpin pasti dibutuhkan banyak negara di dunia. Jika seseorang menjadi kepala negara, tentu kebijakan yang dipilihnya memberikan kontribusi besar pada publik dan pemerintahan.

Walaupun banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin ataupun kepala negara, sebenarnya menjadi pemimpin tidaklah mudah. Pasalnya, rencana penggulingan kekuasaan sampai dengan pembunuhan kerap direncanakan oleh sejumlah orang demi kepentingan politik.

Dirangkum berbagai sumber, berikut upaya-upaya pembunuhan pernah dialami oleh lima pemimpin negara.

1. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi target pembunuhan saat sedang berpidato dalam perhelatan parade militer di Caracas. Pelaku mencoba menyerang Maduro dengan bahan peledak dibawa oleh pesawat nirawak (drone).

Beruntung, nyawa Maduro berhasil terselamatkan karena pasukan tentara bergegas melindunginya. Namun, ada tujuh tentara yang terluka akibat insiden tersebut.

"Ini adalah serangan bertujuan untuk membunuh saya. Mereka mencoba mengambil nyawa saya hari ini. Saya melihat sendiri benda terbang yang meledak di depan saya," ungkap Maduro.

Maduro menyebut ada campur tangan negara tetangganya, Kolombia, dalam serangan ini. Sementara beberapa pejabat menuding oposisi pemerintah pelakunya. "Saya tidak ragu bahwa nama Juan Manuel Santos (Presiden Kolombia) ada di balik serangan ini," sebut Maduro.

Dia juga menambahkan bahwa beberapa orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk diinterogasi. Penyelidikan terkait insiden sedang dikerahkan. Namun demikian, Kolombia membantah terlibat dalam serangan.

2. Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin juga pernah mengalami percobaan pembunuhan. Seorang tentara sukarelawan Chechnya, Adam Osmayev, dituding merencanakan pembunuhan terhadap Putin. Namun rencananya tak berhasil. Dia malah mendapat serangan tembakan yang membabi buta saat berada di mobilnya. Insiden itu juga menyebabkan istrinya, Amina Okuyeva tewas di tempat.

Osmayev dikenal sejak 2012 karena dituduh oleh pihak berwenang Rusia merencanakan pembunuhan terhadap Putin. Dia ditahan selama dua setengah tahun di penjara Ukrania, namun tidak diekstradisi ke Rusia. Tersangka kedua dalam kasus tersebut dijatuhi hukuman pada 2013, selama 10 tahun penjara setelah diserahkan ke pihak berwenang Rusia.

3. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Pemerintah Turki menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 40 terdakwa yang terbukti melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah, Aegean, selama masa kudeta gagal 2016. Sebanyak 31 terdakwa masing-masing diberi empat kali hukuman seumur hidup.

Mereka termasuk mantan Brigadir Jenderal Gokhan Sahin Sonmezates, yang merupakan otak di balik rencana pembunuhan dan mantan komandan elit Zekeriya Kuzu, yang sempat bersembunyi di gua selama empat hari setelah kudeta gagal.

Sementara itu, sembilan terdakwa lain masing-masing menerima satu kali hukuman seumur hidup dan tokoh penting lain yang merupakan bekas pembantu militer Erdogan dijatuhi 18 tahun penjara. Hanya satu orang dari 47 tersangka, yakni mantan Letnan Kolonel Huseyin Yilmaz yang terbebas dari dakwaan.

Seperti diketahui, kudeta yang gagal dilakukan itu telah menyebabkan 249 orang tewas, belum termasuk para perencana. Erdogan sendiri berhasil lolos dari maut setelah kabur dari hotel, tempat dia akan dieksekusi.

4. Fidel Castro

Selama hidup, Fidel Castro sudah mengalami percobaan pembunuhan sebanyak 634 kali selama hidupnya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh mantan pimpinan agen rahasianya. Beberapa di antaranya dilakukan oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA). Mantan Presiden Kuba ini mengembuskan napas terakhir di usia 90 tahun, pada 26 November 2016.

Percobaan pembunuhan terhadap Castro paling terkenal terjadi pada 1960. Saat itu CIA mencoba membunuh Castro dengan racun. CIA mengirim orang asing untuk memberi satu kotak rokok kepada Castro. Rupanya, rokok tersebut mengandung botulinu, racun yang mampu membunuh siapapun saat masuk ke dalam mulut.

Lalu CIA mencemari salah satu pakaian selam Castro dengan jamur yang bisa menyebabkan penyakit kulit kronis. Rencananya, pakaian selam dan alat bantu pernapasan akan diberikan kepada Castro dari Pengacara AS, James Donovan.

Namun, karena sedang terlibat dalam negosiasi sandera dengan pemimpin Kuba tersebut, Donovan malah memberi Castro pakaian selam berbeda. Castro pun kembali terhindar dari kematian.

Yang kedua dan yang paling unik adalah percobaan pembunuhan dengan 'memanfaatkan' wanita. Ceritanya mirip dengan film James Bond. CIA mengirimkan agen rahasia pada akhir 1959 untuk menjadi kekasih Castro.

Perempuan tersebut ditugaskan untuk memberi dua pil botulism ke dalam minuman Castro. Namun, lagi-lagi percobaan tersebut gagal karena Castro lebih cepat menyadarinya. Selain itu, Castro yang dikenal berani malahan memberikan pistol kepada wanita itu dan menyuruh dia menembak Castro, yang tentu saja tidak dilakukan. Keduanya malah menghabiskan satu malam dengan bercinta.

5. Soekarno

Soekarno Hatta juga pernah mengalami serentetan percobaan pembunuhan. 30 November 1957. Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Sedangkan Soekarno beserta putra-putrinya selamat.

Lalu terjadi penembakan Istana Presiden oleh Pilot Daniel Maukar pada 9 Maret 1960. Dia adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ.

Soekarno juga pernah dicegat di Rajamandala tahun 1960. Saat itu dia ingin bertemu Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Jogja dan Bali.

Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.

Pada 7 Januari 1962, Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.

Saat Idul Adha tahun 1962, Soekarno hampir ditembak oleh seorang pria tepat di sebelahnya saat ingin sholat ied di Masjid Baiturahim. Dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh Soekarno. Tapi tiba-tiba arahnya melenceng mengarah Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.