Tahun Lahir Bisa Ungkap Elemen Dirimu, Kamu yang Mana?

Ilustrasi elemen astrologi (iStockphoto)
Elemen seseorang dapat menjelaskan seperti apa kepribadiannya sebenarnya. Hal tersebut dapat diketahui juga dari tahun kelahiranmu, lho.

Caranya, perhatikan angka terakhir dari tahun kelahiranmu tersebut. Bila lahir di tahun 1995, maka angka terakhirmu adalah angka 5. Nah berikut penjabarannya dilansir dari The Mind Journal.

1. Metal: Angka 0-1

Metal merupakan elemen yang tangguh dan keras. Kamu yang memiliki elemen ini biasanya suka dengan sesuatu yang menyatu dengan alam, berjiwa bebas, dan mudah beradaptasi.

Selain itu, kamu juga memiliki motivasi yang tinggi dan punya aura yang sangat mewah. Terlebih lagi, kamu merupakan pribadi yang memiliki semangat tinggi dalam memulai sesuatu yang baru.

2. Air: Angka 2-3

Mereka yang memiliki elemen ini dikenal punya hasrat seni tinggi dan sangat kreatif. Mereka cerdas dan siap membagi informasi yang punya untuk membantu orang lain.

Selain itu, mereka yang punya elemen air juga punya simpati yang tinggi dan tak bisa berdiam diri. Tak heran, mereka dikenal sulit bekerja dalam tim dan punya jiwa yang idealis.

3. Kayu: Angka 4-5

Kamu yang memiliki elemen ini merupakan pribadi yang konsisten, berpengetahuan tinggi, dan punya hal menarik dalam diri. Kamu juga punya banyak pengalaman yang dapat menginspirasi orang-orang di dekatmu.

Kamu memiliki jiwa sosial yang tinggi dan siap melakukan apa saja untuk orang yang disayangi. Yang harus kamu ingat, tidak semua orang suka dibantu untuk menyelesaikan masalah mereka.

4. Api: Angka 6-7

Elemen api merupakan pertanda kamu memiliki jiwa petualang, spontan, impulsif, sekaligus semborono. Auramu yang kuat membuat orang-orang mendekat.

Sayangnya, saat menjalani hubungan, kamu memiliki sifat cuek yang berlebihan. Layaknya api, kamu tidak peduli orang-orang di dekatmu terbakar.

5. Bumi: Angka 8-9

Mereka yang memiliki elemen ini merupakan orang yang stabil, tenang, sabar, setia, dapat dipercaya. Tapi di sisi lain, mereka juga mau berkorban demi orang lain asal menggunakan logika yang tepat.

Meski sulit percaya dengan orang lain, mereka harus belajar untuk tenang dan menyederhanakan masalah yang mereka hadapi. Terlebih mereka amat mudah tidak terkontrol dan sangat keras kepala.