Soal Iklan Jokowi, Sandiaga: Orang Sebal ke Bioskop Lihat Iklan

Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengkritisi kondisi ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (7/9). (Johan Tallo)
Iklan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di bioskop kini menjadi sorotan masyarakat. Iklan mengenai pencapaian pemerintah itu dianggap sebagian warga sebagai kampanye terselubung pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin.

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno angkat bicara mengenai iklan tersebut.

"Saya mesti mikir sih terus terang saja. Karena masyarakat sudah tahu sendiri gitu. Kalau saya, saya akan bilang sama tim kampanye saya jangan taruh iklan di bioskop," kata Sandi di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).

Menurut Sandiaga, warga datang ke bioskop untuk nonton film, bukan melihat iklan.

"Karena orang datang ke bioskop itu pingin nonton film, begitu ada iklan eeehhh sebal gitu. Tapi ya intinya saya engga bisa komentar terhadap...kalau pencapaian pemerintah dan sebagainya itu kan memang ada anggarannya untuk disosialisasi dan dalam masa kampanye gini, pasti bisa dianggap bagian dari kampanye," ucapnya.

Namun, Sandiaga menilai bila iklan itu tidak melanggar peraturan maka tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

"Tapi bagi saya yang penting ada enggak undang-undang yang dilanggar? Ada enggak peraturan dan ketentuan yang dilanggar? Kalo enggak ya enggak usah terlalu dibesar-besarkan. Buat saya, woles sajalah," katanya.

Diketahui, Iklan berjudul "2 Musim, 65 Bendungan" itu diputar sebelum penayangan film di bioskop.

Iklan tersebut menampilkan pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani dan ditutup dengan kutipan dari Presiden Jokowi dan tagar MENUJUINDONESIAMAJU.