18 Relawan Penyelam Siap Cari Badan Lion Air JT 610

Foto: Eva Safitri
Sedikitnya 18 relawan penyelam yang tergabung dalam Dive Center bersiaga di Posko Utama Tanjung Priok. Relawan itu secara inisiatif membantu Basarnas dalam proses pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. 

"Di sini ada 18 relawan yang terdaftar. Betul kami inisiatif sendiri sekarang," ujar salah satu instruktur selam, Allan Pella, di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018.

Alan mengatakan relawan itu dari instruktur selam se-Indonesia. Namun, yang bersiaga saat ini ialah mereka yang berposisi di Jakarta untuk memudahkan koordinasi. 

"Kami relawan ini bergabung dari berbagai center, dan itu semuanya profesional karena kamia lisensinya internasional semua dan kebetulan kami ada club ada dive center seluruh Indonesia dan kebetulan paling banyak di Jakarta. Jadi koordinasinya kami sama yang di Jakarta," ucapnya. 

Alan menuturkan pihaknya tidak cuma sekali ini mengikuti Basarnas dalam proses pencarian. Ia dan relawan lain secara tidak langsung bekerja sama secara otomatis untuk mambantu Basarnas. Sebelumnya, ia menyebut pernah membantu dalam proses evakuasi pesawat Air Asia yang jatuh di selat Karimata. 

"Kami kerja sama tapi kerja sama secara tidak langsung. Cuma sebelumnya kami pernah diminta Basarnas waktu Air Asia, waktu itu diminta bantuan karena kan kami isinya instruktur semua di sini," tuturnya. 

Terlihat di tenda relawan tersebut banyak sekali alat selam lengkap dengan tabung oksigen. Mereka mendirikan posko mandiri yang berada di dekat tenda Basarnas. 

"Barang juga kami bawa mandiri semua ada emergencynya, ada rescuenya kami lengkap, misalnya medicnya untuk alat diving semua kami ada. Untuk pengisian tabung juga kami bawa mandiri," tutur Alan. 

Dalam penyelaman jelas Alan, pihaknya berkoordinasi dengan basarnas. Pergerakan mereka juga diatur dengan satu komando. Saat ini mereka diperintahkan untuk berupaya mencari main body dari pesawat Lion Air. 

"Kalau itu kembali ke prosedur, kami diarahkan untuk bagaimana dan ke mana seperti apa, tapi target yang sekarang ini kami diupayakan untuk mencari main body. Pergerakan tetep dari basarnas, kamia harus satu komando," jelasnya.