Galang Bantuan Korban Gempa, Kubu Jokowi Tak Pakai Bendera Timses

Raja Juli Antoni (Sams)
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menegaskan tidak akan membawa nama timses jika memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di Sulawesi Tengah. TKN tidak akan berpolitik di Sulawesi Tengah hingga keadaan di sana sudah stabil.

"Harus dibicarakan, tapi kalaupun iya, yang perlu saya tegaskan adalah tidak akan mempergunakan nama TKN, tidak akan menggunakan bendera Jokowi-Ma'ruf," kata Wakil Sekertaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Sekjen PSI itu menyebut belum ada pembicaraan terkait bantuan yang akan diberikan TKN kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ia menyebut masing-masing partai koalisi Jokowi-Ma'ruf juga sudah melakukan penggalangan untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng.

TKN menyebut tidak akan berkampanye atau berpolitik di Sulteng hingga situasi di sana membaik. Toni mengatakan hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi.

"Karena imbauan tadi Pak Jokowi katakan bahwa ini saatnya kita bergerak atas nama kemanusiaan, bergerak manusia yang lain jadi politik atau politik bendera kita hindarkan yang paling penting sekali lagi bagaimana saudara-saudara kita di Palu, Donggala, dapat segera recovery pascabencana itu diselesaikan," kata dia.

Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang sejumlah wilayah di Sulteng pada Jumat (28/9) sore. Titik gempa itu berada di Donggala, tapi sejumlah wilayah di Sulteng ikut merasakan dan menjadi korban. Sesaat setelah itu, sekitar 30 menit kemudian gelombang air laut hingga setinggi 5 meter menerjang Palu, yang menghancurkan gedung, menyapu kendaraan, dan menewaskan ratusan orang.

Hingga kini, menurut data resmi pemerintah, jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami tersebut telah mencapai lebih dari 800 orang. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus bertambah.