Kemkominfo Sudah Blokir 912.659 Situs Konten Negatif

Ilustrasi (ist.)
Tidak hanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga berperan memberantas konten negatif yang ada internet. Konten itu meliputi radikalisme, pornografi, dan terorisme.

Bahkan sejak awal tahun ini, Kemkominfo pun sudah memiliki mesin pengais (crawling) untuk mengecek kehadiran konten negatif dengan cepat dan dalam volume yang besar. 

Dalam pemaparan empat tahun kinerja Kemkominfo, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan pihaknya sudah menapis ratusan ribu konten negatif yang ada di internet.

"Terkait dengan penapisan, saat ini kita sudah berhasil menapis 912.659 website. Kami juga bekerja sama dengan platform menyembunyikan pencarian soal konten pornografi," tuturnya saat di kantor Kemkominfo di Jakarta, Kamis (26/10/2018).

Kendati demikian, masih ada kemungkinan seseorang mengakses situs tersebut pornografi apabila mengetahui alamatnya. Oleh sebab itu, Kemkominfo masih akan terus melakukan pemblokiran situs yang bermuatan konten negatif tersebut.

Tidak hanya itu, Kemkominfo juga bekerja sama dengan sejumlah penyedia layanan untuk menangkis konten negatif yang ada platform-nya. Menurut Semuel, penanganan di platform-platform tersebut selama tahun ini juga mengalami peningkatan.

"Facebook dan Instagram tahun ini ada 6.123 penanganan, file sharing ada 517, Telegram ada 502, online ada 18, YouTube ada 1.530, BBM ada 5, dan Twitter ada 3.521," tutur pria yang akrab dipanggil Semmy tersebut.

Terkait konten pornografi, sejak tahun ini, Kemkominfo memang sudah menerapkan pembatasan hasil pencarian yang tampil di internet. Dengan kata lain, hasil pencarian kata kunci berbau pornografi di internet tidak akan dimunculkan.

Penerapan metode ini sendiri bekerja sama dengan penyedia jasa internet yang ada di Indonesia. Alasannya, metode ini akan memakai penutupan berbasis domain name system (DNS).