Penyebar Hoax Gempa di Facebook Tetap Diproses Meski Tak Ditahan

Foto: Malini (ist.)
Polda Riau tidak menahan tersangka hoax gempa di grup medsos Facebook, Milini warga Pekanbaru. Namun kasus ini dipastikan tetap dilanjutkan ke pengadilan.

"Memang tidak kita lakukan penahanan terhadap tersangka. Dia hanya dua kali kita lakukan proses pemeriksaan," kata Dir Reskrimsus Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setyawan, Jumat (5/10/2018).

Walau tak dilakukan penahanan, bukan berarti kasus penyebaran info bohong soal gempa akan terjadi di Jawa pasca kejadian di Palu, tidak lanjut ke pengadilan.

"Kasus ini tetap akan lanjut sampai proses ke pengadilan. Ini agar ada efek jera ke masyarakat untuk tidak ikut-ikutan memberikan informasi bohong di media sosial," kata Gidion.

Masih menurut Gidion, diharapkan masyarakat dalam menggunakan medsos untuk tetap mematuhi segala aturan jangan bertentangan dengan koridor hukum.

"Kalau menyebarkan berita bohong, itukan akan meresahkan masyarakat. Apa lagi status tersangka menyebutkan, pasca gempa di Palu akan ada gempa berikutnya di provinsi lain dengan menyebutkan prediksi dari BMGK Jakarta. Ini jelas hoax," kata Gidion.

Menurut Gidioan, berkas pemeriksaan akan segera rampung. Saat ini tengah melengkapi keterangan dari sejumlah saksi lainnya.

"Segera berkas ini selesai, langsung kita serahkan ke kejaksaan untuk segera diajukan ke pengadilan," tutup Gidion.