PSI: Pendukung Rasional Prabowo Pindah Kubu karena Hoaks Ratna Sarumpaet

Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menaiki bersama pendukungnya menunjukkan salam dua jari saat mengikuti pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Iqbal Nugroho)
Setelah dugaan penganiyaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet terbukti hoaks, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyebut banyak pendukung Prabowo Subianto berpindah ke kubu Joko Widodo. Politikus yang akrab disapa Romi itu mengaku banyak dikirimi pesan oleh beberapa pihak yang ingin memberikan dukungan.

Hal tersebut juga dipercaya Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni. Menurutnya, para pendukung Prabowo yang berpikir rasional tentu bakal berpaling dengan adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

"Saya kira Mas Romi benar. Para pendukung rasional Pak Prabowo pasti merapat ke Pak Jokowi dengan kasus RS," kata Antoni lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Minggu (7/10/2018).

Fenomena pindah kubu ini pun, menurutnya memperlihatkan betapa lemahnya kepemimpinan Prabowo. Apalagi, mantan Danjen Kopassus itu sampai gampang dibohongi oleh anak buah sendiri.

"Terlihat kepemimpinan Pak Prabowo sangat lemah. Gampang dibohongi anak buah," pungkasnya.

Namun, ucapan Romi tersebut dibantah kubu PKS yang mengatakan ucapan tersebut hanya klaim belaka. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin mengatakan, di media sosial justru yang memberikan dukungan kepada Prabowo lebih banyak daripada yang mempermasalahkan hoaks Ratna Sarumpaet.

"Yang terjadi bila kita ke sosial media antara yang mendukung Pak Prabowo terkait kasus itu lebih besar ketimbang yang mempermasalahkan," kata Suhud lewat pesan singkat, Minggu (7/10/2018).