Rossi Sebut Sirkuit Sepang di MotoGP Malaysia Bukan Trek Favoritnya

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi beraksi pada MotoGP Australia 2018. (PAUL CROCK / AFP)
Gelar juara MotoGP 2018 memang sudah jatuh ke tangan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. Namun, masih ada satu misi yang ingin dituntaskan Valentino Rossi. Pembalap Movistar Yamaha itu ingin finis sebagai runner-up.

Dua balapan terakhir MotoGP 2018 masih layak untuk dinikmati. Itu karena akan ada pertarungan seru dari Rossi dan Andrea Dovizioso, pembalap Ducati, dalam upaya perebutan posisi kedua klasemen MotoGP 2018.

Dovi memang memiliki peluang paling besar untuk mengamankan status runner-up MotoGP 2018. Perlahan tapi pasti, ia mampu mengudeta Rossi dari posisi kedua yang sudah lama ditempatinya. Itu berkat konsistensinya sejak balapan MotoGP Republik Ceko 2018.

Namun, bukan berarti posisi Dovi di urutan kedua klasemen MotoGP 2018 saat ini aman. Faktanya, Rossi yang mengintai dari posisi ketiga hanya terpaut 15 poin. Jika terjadi sesuatu dalam dua balapan terakhir dengan Dovi, bukan tak mungkin The Doctor bakal kembali ke posisi kedua.

Sayangnya, Rossi tak merasa optimistis jelang balapan MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang, Minggu (4/11/2018). Itu karena ia merasa Sirkuit Sepang bukan trek favorit untuk dirinya.

"Sayangnya di Australia saya kehilangan poin penting untuk kejuaraan dan saya sangat kecewa. Tapi saya senang untuk Maverick (Vinales) dan Yamaha. Sekarang kami harus fokus pada balapan selanjutnya," ujar Rossi, dikutip Tuttomotoriweb.

"Kami harus tetap bekerja keras agar tetap kompetitif di setiap balapan. Sepang bukan salah satu trek favorit kami, tapi kami akan selalu berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik," ia menambahkan.

Ya, catatan Rossi di Sirkuit Sepang memang tidak bagus. Tercatat, kemenangan terakhirnya di sana didapat pada musim 2010. Setelah itu, pencapaian terbaiknya hanya saat jadi runner-up musim 2014 dan 2016.

Sebaliknya, Vinales justru begitu percaya diri menghadapi MotoGP Malaysia. Itu karena ia baru saja menuntaskan dahaga kemenangan dengan menguasai balapan MotoGP Australia. Itu adalah kemenangan perdana untuk Yamaha sejak MotoGP Belanda 2017 dan kemenangan perdana dirinya setelah merebut podium juara di Prancis 2017.

"Setelah kemenangan di Australia, jujur saya sangat senang. Tim bekerja sangat keras untuk mengatasi krisis yang kami alami. Saya telah mendapatkan kembali kepercayaan diri. Sekarang kami memikirkan balapan selanjutnya, di Sepang. Kami sangat termotivasi. Ini adalah sirkuit dengan kondisi cuaca yang sangat berbeda dibandingkan di Phillip Island dan Jepang," Vinales menegaskan.