Liverpool Juara Liga Champions Usai Tumbangkan Tottenham


Penantian selama 14 tahun akhirnya terbayar sudah. Liverpool memastikan menjadi juara Liga Champions usai menumbangkan Tottenham Hotspur dalam partai final di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019), lewat gol yang dicetak Mohamed Salah dan Divock Origi.

Tim asuhan Juergen Klopp yang ingin mengembalikan kejayaan Liverpool di awal pertandingan langsung menggebrak. Belum genap satu menit laga berlangsung wasit Damir Skomina asal Slovenia memberikan menghukum Spurs setelah Moussa Sissoko dinyatakan melakukan handsball ketika coba menghadang umpan Sadio Mane. Mohamed Salah yang berperan sebagai algojo pun berhasil memperdaya Hugo Lloris.

Gol cepat yang dibuat Salah ini tercatat sebagai gol tercepat kedua di pentas Liga Champions. Sebelumnya Paolo Maldini pernah melakukannya buat AC Milan di detik 50 ketika bertemu Liverpool pada 2005.


Salah pun mencatatkan dirinya sebagai pemain Afrika kelima yang bisa mencatatkan namanya sebagai pencetak gol di final Liga Champions. Empat nama sebelumnya ditorehkan Rabah Madjer, Samuel Eto'o, Didier Drogba dan Sadio Mane.

Spurs tak mau larut dalam kekecewaan. Mereka segera melupakan ketinggalan dengan mencoba bermain ofensif. Mengandalkan Harry Kane yang baru kembali dimainkan setelah rehat panjang karena cedera, Spurs berhasil beberapa kali bisa masuk ke pertahanan Liverpool. Beruntung ancaman yang diberikan pemain Spurs masih bisa diantisipasi.

Sampai memasuki menit 15, pemain Spurs terus berusaha menembus pertahanan The Reds. Tapi papan skor tetap tidak berubah karena pemain belakang Liverpool yang dikomandani Virgil van Dijk begitu disiplin menjaga area pertahanan.

Spurs bukannya tanpa peluang. Heung Min Son di menit 20 nyaris menyamakan kedudukan kalau saja bola hasil umpan Christian Eriksen tak mampu diblok Trent Alexander-Arnold.

Penguasaan bola yang dilakukan pemain Spurs tetap tak mampu menembus benteng kukuh Si Merah. Pemain Liverpool sangat disiplin bermain tak terkecuali Salah atau Mane yang ikut bertahan ketika mendapat tekanan.

Di menit 37, Andrew Robertson hampir saja membuat gol indah buat Liverpool. Ia yang mendapatkan bola dari belakang mencoba membawa hingga beberapa meter di depan kotak penalti Spurs. Sayang sepakan keras kaki kirinya masih bisa ditepis Lloris.

Skor 1-0 pun bertahan sampai jeda. Di babak kedua, Spurs langsung menekan Liverpool untuk mengejar. Meski tidak dalam intensitas tinggi, namun aksi pemain Spurs membuat skuat The Reds bermain lebih dalam. Tusukan demi tusukan dilancarkan meski belum membuahkan hasil.

Sebaliknya, Liverpool mencoba bermain lebih sabar dan tak lagi mengandalkan umpan silang untuk menambah keunggulan. Percobaan tendangan dari luar kotak lebih diperagakan mengingat ketatnya pertahanan lawan.

Di menit 58, Juergen Klopp melakukan pergantian pemain dengan memasukan Divock Origi untuk menggantikan Roberto Firmino. Sepanjang permainan Firmino terlihat belum bisa mengeluarkan aksi terbaiknya setelah mengalami cedera.

Klopp pun kembali menambah amunisinya dengan memasukan James Milner untuk menggantikan Georginio Wijnaldum di menit 62. Hasilnya memang belum terlihat setelah serangan yang dibangun Liverpool masih kerap kandas.

Hal ini pun dialami Spurs. Masuknya Lucas Moura yang sempat jadi bintang sekaligus pahlawan di semifinal ketika menumbangkan Ajax Amsterdam, di menit 66 belum mampu memberikan ancaman berarti.

Kedua tim masih mengalami kebuntuan jelang menit 70. Permainan hanya berkutat di lini tengah. Kalaupun ada serangan yang masuk ke kotak penalti, hasilnya selalu nihil.

Gempuran Spurs sempat membuat pendukung Liverpool terdiam di menit 79. Diawali tembakan keras Son dari luar kotak penalti. Meski bisa ditepis Allison Becker, namun bola jatuh ke kaki Moura. Beruntung sepakan Moura lemah dan bisa ditangkap Allison.

Spurs kembali mendapatkan peluang menyamakan kedudukan dari tendangan bebas. Sayang sepakan Eriksen kembali mampu ditepis Allison. Pelanggaran yang dilakukan Henderson terhadap Danny Rose ini sempat membuat wasit mengecek ruang kontrol VAR mengingat kejadian tersebut tipis di sebelah kiri kotak penalti Liverpool. 


Di tengah kebuntuan menggandakan kedudukan, Origi tampil sebagai pembeda di menit 87. Berawal dari kemelut di pertahanan Spurs, ia yang mendapatkan bola langsung dilesakkan ke tiang jauh tanpa bisa diantisipasi Lloris. Origi pun tercatat sebagai pemain kedua Belgia yang mencetak gol di final Liga Champions setelah Yannick Carrasco untuk Atletico pada 2016.

Sampai peluit akhir skor tidak berubah. Liverpool pun dinobatkan sebagai juara dan Klopp menjadi pelatih keempat di Liverpool yang bisa memberikan gelar Liga Champions.