Bosan Disanksi, Huawei Ancam Boikot Balik Semua Perusahaan AS


Bosan digertak terus oleh Administrasi Trump, Huawei mengancam balik Pemerintah AS. Huawei mengancam akan mengakhiri semua teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika.

Dilarangnya Huawei memasuki pasar Amerika secara tidak langsung membuat kelompok teknologi China berhasil menyusun rencana B jika sanksi berlanjut. Dalam beberapa tahun, pabrikan Tiongkok bisa sepenuhnya independen dari pemasoknya yang berbasis di Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ren Zhengfei, pendiri Huawei, sekali lagi melihat kembali masa depan grup, seperti yang dilaporkan situs IT Home. Pada awalnya, Ren mengonfirmasi Google tidak bisa mendapatkan pengabaian dari pemerintah Amerika Serikat, tidak seperti Micron atau Microsoft. Oleh karena itu, pabrikan tidak siap untuk memulihkan lisensi Android-nya. "Huawei memiliki rencana B yang sangat ambisius," kata Ren Zhengfei.


Kehilangan layanan Google, Huawei saat ini sedang menyelesaikan pengembangan rangkaian aplikasinya sendiri, yakni Huawei Mobile Service. Selain itu, perusahaan sudah menguji alternatifnya dengan pengguna China.

“Saya percaya kami dapat membangun ekosistem global sendiri selama dua hingga tiga tahun ke depan,” kata Ren Zhengfei, merujuk pada Harmony OS, sistem operasi yang dipatenkan untuk menggantikan Android.

Beberapa bulan yang lalu, dia sudah meyakinkan bahwa Harmony OS akan sepopuler iOS dalam dua tahun. Seperti biasa, miliarder itu menunjukkan kepercayaan yang tak tergoyahkan. "Kami memiliki rencana B yang sangat ambisius," tegasnya.

Bahkan Ren menegaskan akan mengambil langkah lebih jauh jika Presiden Donald Trump tetap mengharamkan mereka bertransaksi. "Jika Amerika Serikat tidak mengizinkan perusahaan mereka untuk memasok kami dengan produk, kami memiliki pilihan lain," kata pendiri Huawei itu.

Ini terutama berlaku pada perangkat keras. Sejak Mate 30, Huawei sebenarnya tidak lagi menggunakan komponen Amerika di smartphone-nya. Grup ini telah meninggalkan teknologi Qorvo atau Skyworks dan membuang WiFi dan chip Bluetooth Broadcom.

Untuk menghilangkan teknologi yang berasal dari AS, Huawei mengandalkan kedua komponen buatannya. Ditambah produk yang dipasok oleh mitra asing, seperti Murata, perusahaan Jepang. "Jika opsi ini menjadi matang dan stabil, saya tidak berpikir kami akan bekerja dengan perusahaan Amerika lagi," ancam Ren Zhengfei.

Oleh karena itu, di tahun-tahun mendatang, Huawei bermaksud memboikot semua perusahaan Amerika sebagai reaksi atas tindakan yang diambil oleh Pemerintah Trump. Ini merupakan pukulan berat bagi perusahaan seperti Intel, AMD, Qualcomm atau Neophotonics, yang omsetnya sangat tergantung pada Huawei.