Dokumen PHE Peringatkan Paru-Paru Mayat Korban Corona Harus Dikeluarkan


Dokumen yang diterbitkan Public Health England memperingatkan bahwa virus - yang telah menimpa dua orang di Paris dan satu lagi di Bordeaux sedang dipercepat. Karena Virus dari China ini belum ada Antivirus dan Antibiotiknya penanganan mayat korban virus ini pun terbilang ekstrem.

Dokumen PHE yang diperoleh The Sunday Times menyarankan: 'Tindakan memindahkan pasien yang baru meninggal ke troli rumah sakit untuk transportasi ke kamar mayat tidak cukup, paru-paru dan sisa udara harus dikeluarkan untuk mengurangi risiko," tulis Dukumen PHE seperti dilansir dari Mail Online Minggu (26/1/2020).

'Kantong mayat harus digunakan untuk mentransfer tubuh dan mereka yang menangani tubuh pada saat ini harus menggunakan APD lengkap [alat pelindung diri].'


para ahli memastikan belum ada antivirusnya, bahkan antibiotik apapun tak akan mampu menghalau infeksi virus Corona.

Para peneliti mengatakan hal itu berdasarkan fakta Lebih dari 90.000 orang dirawat di rumah sakit yang terkena Virus Corona kebal terhadap antibiotik tahun lalu.

Angka-angka digital NHS menunjukkan angka-angka berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan para ahli memperingatkan bahwa Corona menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan yang sama seriusnya dengan perubahan iklim.