Virus Misterius China Menyebar, 136 Kasus Baru, 3 Meninggal


Pemerintah China, pada hari Senin (20/1/2020), melaporkan kematian orang ketiga akibat virus baru yang misterius. Virus mirip SARS ini awalnya muncul di Wuhan dan kini telah menyebar ke beberapa wilayah, termasuk Beijing, dengan temuan 136 kasus baru.

Penyebaran virus misterius ini memicu kepanikan karena jutaan orang China memulai perjalanan mudik untuk Tahun Baru Imlek.

Para ahli medis masih berjuang untuk memahami jenis baru coronavirus (virus korona) ini, tetapi kaitannya dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah memicu peringatan. SARS berasal dari China selatan pada tahun 2002 sebelum menyebar ke Hong Kong dan tempat lain di dunia yang menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.


Virus korona biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas mulai dari akut, sedang, hingga ringan seperti flu biasa. Namun, juga dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah, sehingga menyebabkan pneumonia atau bronkitis.

Di Wuhan, kota di China tengah tempat strain baru pertama kali muncul, 136 kasus baru ditemukan pada akhir pekan. Angka ini berasal dari komisi kesehatan setempat, tanpa memberikan perincian tentang orang yang meninggal.

Otoritas kesehatan di distrik Daxing, Beijing, mengatakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dirawat karena pneumonia yang terkait dengan virus dan berada dalam kondisi stabil.

"Mereka menganggapnya sangat serius, tetapi mereka juga bersusah payah untuk memberitahu publik bahwa ini adalah hal yang dapat dikontrol," kata Katrina Yu, jurnalis Al Jazeera, yang melaporkan dari Beijing. "Mereka tidak ingin membuat panik."

Di Guangdong, seorang pria Shenzhen berusia 66 tahun dikarantina pada 11 Januari setelah terserang demam dan menunjukkan gejala lain setelah mengunjungi kerabatnya di Wuhan. Demikian disampaikan komisi kesehatan provinsi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Sebanyak 201 orang kini telah didiagnosis terserang virus di China. Di Wuhan, menurut komisi kesehatan kota, 170 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan orang dalam kondisi kritis.

Wuhan adalah kota berpenduduk 11 juta yang berfungsi sebagai pusat transportasi utama, termasuk selama liburan tahunan Tahun Baru Imlek ketika ratusan juta orang China bepergian ke seluruh negeri untuk mengunjungi keluarga.

Wabah virus misterius ini merupakan salah satu topik yang sedang tren di platform media sosial China Weibo, di mana banyak pengguna menyatakan keprihatinan tentang keselamatan mereka.

"Siapa yang tahu berapa banyak orang yang pernah ke Wuhan mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi?," tulis seorang pengguna Weibo.

Global Times, surat kabar yang diterbitkan oleh media Partai Komunis, People's Daily, mengatakan dalam editorial bahwa pemerintah perlu mengungkapkan semua informasi dan tidak mengulangi kesalahan yang dibuat terkait dengan kasus SARS di masa silam. Pada tahun 2002, pejabat China pernah menutupi wabah SARS selama berminggu-minggu sebelum akhirnya jumlah kematian meningkat.

"Penyembunyian akan menjadi pukulan serius bagi kredibilitas pemerintah dan mungkin memicu kepanikan sosial yang lebih besar," bunyi editorial tersebut.

Sejumlah kasus virus misterius juga telah dilaporkan muncul di Jepang, Thailand dan Singapura. Bandara di wilayah tersebut, serta di Amerika Serikat, telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan sebagai tindakan pencegahan.