Hong Kong Lanjutkan Karantina Kapal, Pekerja Medis Mogok Kerja


Otoritas Hong Kong mengkarantina kapal pesiar untuk hari kedua pada Kamis (6/2) saat mereka memeriksa ribuan penumpang dan kru yang diduga terjangkit virus corona baru.

Pemerintah melarang siapa saja keluar dari kapal itu untuk mencegah penyebaran wabah. "Sebanyak 33 awak kapal di World Dream mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan ada yang dikirim ke rumah sakit untuk isolasi dan manajemen setelah mengalami demam," ungkap otoritas Hong Kong.

Dari 33 orang itu, satu orang masih menjalani tes untuk memastikan dia tak terjangkit virus corona. Adapun awak kru lainnya dinyatakan negatif.


Belum jelas berapa lama 1.800 penumpang dan kru kapal akan tetap berada di kapal tersebut.

Kapal pesiar yang dioperasikan Dream Cruises itu berlabuh di Hong Kong setelah ditolak masuk ke pelabuhan Kaohsiung, Taiwan, pada Selasa (4/2). Otoritas kini mengkarantina dua kapal pesiar di Hong Kong.

Hong Kong mencatat korban tewas pertama akibat virus corona pada Selasa (4/2) dan telah mengonfirmasi 21 kasus yang sebagian merupakan penyebaran lokal.

Sementara, ribuan pegawai medis menggelar mogok kerja untuk mendesak pemerintah Hong Kong menutup penuh perbatasan dengan China daratan. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menolak tuntutan itu karena dianggap tidak tepat, tidak praktis dan diskriminatif.

Otoritas Rumah Sakit Hong Kong menyatakan layanan darurat akan sangat terganggu akibat banyak staf yang mogok kerja. Serikat pegawai medis mempertanyakan kemampuan pemerintah Hong Kong mengkarantina orang karena banyak orang datang ke Hong Kong dari China daratan.