Huawei, Oppo, vivo, dan Xiaomi Bersatu Menantang Google Play Store


Larangan transaksi yang diberlakukan Administrasi Trump terhadap Huawei sampai sekarang belum berakhir. Hal ini membuka mata pabrikan besar smartphone asal China untuk menggelar langkah antisipatif.

Perkembangan terakhir, Huawei kesulitan untuk mengembangkan toko aplikasi (store apps) penantang Google Play Store. Mereka kekurangan pihak ketiga populer untuk masuk dalam di App Gallery-nya.

Menurut laporan terbaru dari Reuters yang dikutip GSM Arena, Huawei ternyata telah bekerja sama dengan sesama raksasa smartphone China yaitu Xiaomi, Vivo dan Oppo. Mereka bersama-sama menawarkan toko aplikasi besutannya.


Platform baru yang dijuluki sebagai Global Developer Service Alliance (GDSA) ini diharapkan akan tayang pada bulan Maret. GDSA bakal menargetkan berbagai wilayah termasuk India, Indonesia, Malaysia, Rusia, Spanyol, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Tujuan utama aliansi ini adalah untuk menyediakan pengembang satu atap platform bagi developer apps tempat mereka dapat secara bersamaan mengunggah aplikasinya ke semua toko aplikasi dari kelompok produsen yang disebutkan di atas. Game, musik, film, buku, dan majalah adalah kategori produk lain yang dapat memanfaatkan fungsionalitas GDSA.

GDSA berkomitmen untuk menyediakan layanan satu atap termasuk distribusi konten, dukungan pengembangan, operasi pemasaran, promosi merek, dan monetisasi lalu lintas kepada pengembang global.

Aliansi baru ini adalah langkah yang jelas menuju kemerdekaan dari Google dan Play Store di pasar internasional. Di mana pada akhirnya produsen China tidak memiliki banyak alternatif untuk ekosistem toko aplikasi yang stabil.

Seluruh proyek ini masih dalam tahap awal sehingga kita tidak mengharapkan terobosan besar dulu. Tetapi tentu akan menarik untuk melihat apakah aliansi baru ini benar-benar dapat membantu Huawei membangun portofolio aplikasi yang solid.